Selasa, 03 Mei 2016

TERJEMAHAN SULUK JEBENG SUNAN BONANG







JEBENG 1

Betapapun besar rindu kepada Allah
sesungguhnya mustahil, anakku
menyusunnya dalam sebuah puisi
sekedar ingin menjadi orang mulia
dengan baris baris ini,anakku
ingin kukenali
Allah Maha Besar
Aku melithatNya ,anakku
lihatlah Aku
pasti Akupun melihatmu

JEBENG 2

Apabilaingin mengenal Allah
anakku,pandanglah dirimu baik baik
sebagai penggantiNya
namun jangan salah paham
jasmanimu itu mahluk
kalau dipandang mirip sama
namun dalam tauhid harus waspada
hal itu ibarat debu dengantanah,anakku
atau seperti dengung dengan suaranya

JEBENG 3

Bagai sebutir telur
yang bergelindingan, anakku
tak ada tepinya
sungguh membingungkan
akhirnya menjadi ayam
lengkap dengan bulunya
kalau diterangkan,anakku
hendaklah engkau berhatihati
sebab hal itu rumit
hendaklah diteliti
sebab hal itu sulit

JEBENG 4

Yang membingungkan dari dunia ini menurutku,anakku
ialah dalam memahaminya
rupa Tuhan
bagaimana sebenarnya rupa Tuhan?
dibanding manusia,
ibarat cempedak dengan nangka kelihatannya
seperti kembang kelak dan kembang kenanga
tapi haruslah waspada anakku
jangan menduga duga kalau belum mengerti

JEBENG 5

Antara nabi denganmu tiada beda
anakku,tapi kau harus waspada
diantara perbedaan dan persamaannya
ibarat senyum dengan tertawa
harus ditatap secara cermat
sukma dalam dirimu
amat halus terlihat
bukan ruh dengan jasad
anakku,bunga itu rupamu
Tuhan bau harumnya
tapi janganlah menduga duga kalau masih bingung

JEBENG 6

Sungguh nyata diri kita,anakku
berasal dari tiada
untuk kembali tak ada
banyak orang berguru
memuliakan ajaran ini
dengan pemahaman yang setengah setengah
demikian juga dalam menerimanya
bingung ada yang keluar dari tak ada
kembali tak ada
kebingungan itu di puja puja

JEBENG 7

Nak,jangan hanyut kiranya
ikut ikut mengatakan takada
padahal tak tau yang sebenarnya
hal demikian sudah biasa
bukan begitu kata ilmu sempurna
tak demikian yang dinyatakannya
ilmu itu susah diterangkan
dimatamu tumpang tindihkelihatannya
maka pahami secara seksama,nak
perbaiki sikapmu itu

JEBENG 8

Laksanakan shalat sehakikinya
hai anakku,shalat itu 3 tingkatannya
dengan keutamaannya serta
jadi yang dinamakan sembah puji
laksana air mengalir dari gunung
masuk ke dalam samudra
sembah seseorang
jangan berhenti di kolam sawah
itu mandek namanya
tak tercapai tujuannya

JEBENG 9

Dalam shalat hendaklah khusyuk tuntas
seperti mengaduk air dalam belanga
anakku,demikianlah
seperti ujung daun adanya
yang muncul dengan sendirinya
dari tiada menjadi ada
laksana tanah dengan air
laksana akar meneteskanair
dirimupun adalah manusia
yang menyongsong ajalnya

JEBEBG 10

Puncak ilmu yang sempurna
ibarat api yang berkobar
kenalilah bara dan nyalanya
ketahuilah cahayanya
pun asapnya
sebelum menyala
adapun setelah padam ia
diliputinya segala rahasia
jadi hendak bicara apa?

JEBENG 11

Kau jangan mempertuhankan diri
berlindunglah padaNya
didalam ruh jasad sesungguhnya
jangan ada yang dipersoalkan
jangan mengaku Tuhan
jangan mengira tak ada
lebih baik diam saja
ingat,anakku,jangan guncang
dalam kebingungan

JEBENG 12

Yangsempurna ibarat orang tidur
dengan wanita sampai bersenggama
keduanya terlena
tenggelam dalam cinta
anakku,terimalah dengan baik
dalam pemahamanmu
ilmu itu memang sukar
kebatinan dengan islam
sekalipun begitu ada lagi
paham itu kadang diikuti
adapun orang yang mengaku memilih
taukah yang di dalam hati?
anakku,ingatlah mati
melanggar larangan nitu salah
jiwa tertenggam di tengah Tuhan
dan selamanya bersama Tuhan
itu ibaratnya
dalang yang memainkan wayang
senantiasa memulai memainkan wayang
lantaran sebenarnya ia belum jadi dalang

JEBENG 14

Ada ajaran lebih utama
ada besi di tanam dalam tanah
pikirkan bagaimana tumbuhnya?
anakku,kalau minta dijelaskan
gaib itu ibarat air hanyut
tak diketahui asal usulnya
seperti menanam batu
seperti orang tidur
engkau ditanam oleh Tuhan
kalau tak tumbuh alangkah sayang

JEBENG 15

Kalau tumbuh,tumbuhlah kukuh
engkau orang pinggiran
tinggal didusun
namun aku melihatmu
tapi nsiapapun engkau
hendaklah tau yang dituju
karib disisi Tuhan
ibarat hujan ke tanah jua jatuhnya
ibarat ular menetaskan telurnya

JEBENG 16

Sukma,manusia,nabi,wali
ingat nak,pengetahuan itu
jangan oleh benda terkesima
kembalilah menyibukkan diri
menghadap Allah Ynag Belas Kasih
sampai akhirnya menemukan hikmah

JEBENG 17

Kalau kemari kupeluk erat engkau anakku
sebab Allah besertamu
kemamnapun engkau pergi
Allah mengerti,
hambanya yang sanggup menguasai diri
memegang badan
akhirnya menyatu denganTuhan
tapi bukan satu anakku

JEBENG 18

Nak,tataplah dirimu
maka tampak Aku di penglihatan itu
demikian yang benar
jangan pegang akupegang dirimu sendiri
maka lagi kutandaskan
jangan cari Aku
itu melanggar
kalau diri sendiri tak kau genggam
engkau dalam kesesatan

JEBENG 19

Diibaratkan lgi yang dalam kesesatan
anakku,yakni seperti orang yang memuja wayang
mana kebenaran?
hadirnya dalang
sebab diundang memainkan wayang
demikian keadaanya
tak ada yang terlihat
Allah lebih mulia
meski diri sendiri yang di pandang
seperti berkaca di paesan

JEBENG 20

Bayang bayang di amati secara seksama
anakku,hal itu tiada berbeda
disitu juga aku berada
badan akan jadi mulia
segala gerak jadi puja
tertawa jadi sembah
kalau bicara ditaburi anugerah
semua tingkah laku jadi puji
puji memuji sendiri

JEBENG 21

Anakku,taati nasehat ini
Allah yang dibicarakan
yang kufur,yang kafir,semuanya
dilihat olehNya
anakku,seperti merampas uang
itulah perampokan
banyak orang keliru
menandai banyaknya perampokan
yang kaya akhirnya ditipu
oleh yang merampas

JEBENG 22

Banyak orang kekal di neraka
anakku,hati hatilah
perhatikan adanya badan ini
badan tempat persemayaman raja
dan tempat menyimpan kekayaan
periksalah olehmu bahwa Aku berada disitu
apa kekurangan raja itu
orang pilihanlah yang tau pengawalnya
ditempat penyimpanan

JEBENG 23

Tak kentara ia sampai pada inti
tak meraba raba ilmunya
anakku,meskipun begitu ada perumpamaan
laksana semut yang berjalan
bekas kakinya tak ada yang tahu
ada atau tidaknya
karena teramat halusnya
ibarat orang menumbuk air
sudah halus ditumbuh dikunyah lagi
sampai giginya patah
Jebengpun yang kelihatan,anakku,coba perhatikan
karya yang sekedar tuk didendangkan
ikut ikut menyusun puisi
tanpa menginsafi kecanggungannya
memaksa diri tuk bercerita
jadi bingung akhirnya
dalam mengerjakannya
jadi mohon maaf segala yang disajikan
mohon maaf sebesar besar permaafan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar